Priska Apriani

Melukis Dunia dengan sebuah tinta…

Gereja Lokal 17 March 2012

Filed under: Christianity,Kesaksian,Life — Priska Apriani @ 12:55 am

Malam-malam begini memang agak sedikit aneh kalau saya kemudian punya semangat ’45 untuk menulis. 🙂 Maklum, beberapa pekan terakhir saya disibukkan dengan deadline UAT yang membuat masa-masa lembur saya ibarat saat-saat perang antara Palestina dan Israel (lho?? kok nyasarnya jauh ya? hehehe). Well, kabar baiknya yah hari ini saya tergerak untuk menulis di blog yang “berdebu” ini.

Hmm, kali ini saya ingin menceritakan bagaimana saya bisa “terjerembab” ke dalam komitmen gereja lokal di Jakarta. Yang pasti, ketika saya melangkahkan kaki keluar dari kota Bandung untuk bekerja di Jakarta, 100% logika saya memutuskan tidak akan kembali ke gereja yang sama. Alasannya? BOSAN. Saya hanya ingin mencoba sesuatu yang baru. #dasarbadung

Minggu pertama saya di Jakarta, petualangan mencari gereja lokal yang tepat pun dimulai. Teman seperjuangan saya mengajak beribadah di salah satu gereja yang lumayan terkenal di daerah Jakarta Selatan. Hampir setiap ibadahnya selalu penuh dengan kombinasi yang pas antara jumlah pemuda remaja dengan jumlah orang tua yang berjemaat. Pendeta yang berkotbah pun sangat “enak” membawakan Firman TUHAN. Gaya bicara mereka sederhana dan selalu “menginjak bumi”. Saya merasa sangat diberkati. Di dalam hati, saya men-checklist gereja tersebut sebagai salah satu pilihan yang masuk akal.

(more…)

 

Moromoro : A Journey of Love 19 January 2012

Filed under: Artikel,Life — Priska Apriani @ 4:35 pm

Sebenarnya sudah lama saya ingin mem-publish tulisan saya yang satu ini, namun rasanya masih saja ada yang kurang setiap kali saya ingin merevisinya. Saya kira saya tidak akan pernah menerbitkannya di blog saya lagi setelah tulisan ini terkubur sekitar 3 bulan di desktop saya. Well, akhirnya hari ini saya berhasil menuntaskan revisi tulisan perjalanan saya ke Lampung tahun lalu. Enjoy it..

Tanggal 14-16 Oktober 2011 kemarin adalah kali pertama dalam hidup saya untuk bisa ikut dalam kegiatan baksos. Ya, saya mengakui saya memang masih pemula dengan hal-hal seperti ini. Buat agan-agan yang sudah pernah jungkir balik ikut baksos atau sudah pernah jadi volunteer ketika beberapa daerah terkena bencana alam, saya ancungi 4 jempol. 😀

Awalnya saya tidak begitu tertarik mengikuti baksos ini. Why? ‘coz toh kerjaan di kantor juga masih banyak, tenaga dan pikiran saya sudah terkuras di sana, jadi baksos bakalan cuma dapat sisa-sisa kekuatan saya saja. Tapi kemudian saya tidak bisa melupakan senyum mereka, orang-orang yang bahkan tidak saya kenal … 🙂

(more…)

 

Higher Deeper 10 October 2011

Filed under: Music — Priska Apriani @ 3:36 pm

Belakangan ini saya senang sekali mendengarkan albumnya TW Youth yang Higher Deeper. Salah satu lagu dari album itu yang selalu punya tempat dalam hati saya adalah track ke-4 yang berjudul “Higher and Deeper”. Lagu ini dibuka dengan suara seorang cowok yang renyah :p. Arrasement nya juga sederhana, tapi justru membuat lagu ini bener-bener enak buat penyembahan yang tenang (intimacy with God).

 

Tiap kali denger lagu ini, saya seperti di bawa ke dalam skenario penyembahan perempuan berdosa yang memecahkan buli-buli wewangian dan mengurapi kaki Yesus.
 
“Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi. Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu MEMBASAHI kaki-Nya itu dengan AIR MATANYA dan MENYEKANYA dengan RAMBUTNYA, kemudian ia MENCIUM KAKINYA dan MEMINYAKINYA dengan minyak wangi itu.” (Lukas 7 : 37-38 )
 
(more…)

 

Home Sweet Home 15 September 2011

Filed under: Life — Priska Apriani @ 4:17 pm

Hanya 2 kali dalam hidup pernah merasakan rindu yang teramat dalam dengan rumah sejak memutuskan merantau ke tanah Jawa. Pertama kali muncul ketika saya sakit demam di kosan tercinta (Hegar Asih) semasa kuliah dulu. Tidak punya sanak family di Bandung, sedangkan teman-teman kosan saat itu sedang banyak yang berada di luar kosan, alhasil demam ini berhasil membuat saya rindu hingga ngilu (alah!) dengan keluarga di Bangka.


Nyokap adalah orang pertama yang akan mencarikan saya obat jika beliau tahu saya sakit. Nyokap juga akan buru-buru ke dapur membuatkan saya bubur paling enak untuk lidah saya yang terasa pahit. Jika saya menggigil, nyokap akan membongkar semua selimut yang disimpannya di dalam lemari pakaian kemudian membalutnya ke tubuh saya. Beliau orang pertama yang saya butuhkan di masa-masa seperti itu. Jadi, wajar saja jika saya merindu hingga ngilu, berharap nyokap ada di depan saya waktu itu dan bertanya “mau makan apa kau inang?” (hehehe, tetep yah kalimat berbau sara (baca : makanan) yang saya ingat duluan).


Kali kedua saya merindu hingga ngilu adalah saat saya kembali ke Jakarta setelah 10 hari libur lebaran ke rumah. Nggak boleh inget rumah, kalo inget rumah, pasti air mata bisa banjir ke lantai. Sedikit alay memang, tapi ini kisah nyata sodara-sodara..hehehe


(more…)

 

Jesus Culture – My Romance 19 August 2011

Filed under: Christianity,Music — Priska Apriani @ 10:16 am

Look at the way the flowers bloom for You
They want to show You their beauty Lord
Running waters dance, You and I romance

Chorus:
Unto You be all the glory.
Unto You be all the glory (repeat)

Bridge:
The angels dance around You
The earth it sings about You
Open up the heavens Lord
Let Your Kingdom come to earth

My praises all surround you
My soul can’t dance without you
Open up the heavens Lord
Let Your kingdom come to earth

 

 

Pertama kali denger lagu ini terus terang suka dengan nadanya yang enak di denger, terus coba nyari liriknya di Mbah Google dan nemu… eh ternyata bagus juga. Beat nya yang tidak terlalu cepat dan arasemen musik yang sedikit nge-rock jadi menambah kecintaan saya pada lagu ini. Ketika saya mendengarnya, saya seperti menyanyikan lagu ini untuk kekasih saya. Hanya berdua, ya seperti menyanyikannya secara personal kepada kekasih saya. Jesus Culture akan menjadi salah satu band favorite saya setelah Hillsong. 🙂

Enjoy it and be blessed!

 

Saya Hanya Punya Suara! 29 July 2011

Filed under: Artikel,Life — Priska Apriani @ 1:44 pm

Here I am.. Hahaha, setelah ngadat beberapa bulan, akhirnya ‘mesin’ saya panas juga untuk nulis di blog tercinta ini. Akar permasalahan ‘mesin’ saya jadi panas adalah karena sudah setahun lebih (baca : tepat 16 bulan) saya bekerja di Jakarta, tapi tidak melihat perubahan signifikan pada birokrasi pemerintahannya. Ups, maafkan saya bapak-bapak dan ibu-ibu petinggi kota ini, saya hanya rakyat kecil yang mencoba berbicara jujur.

Kemudian karena akar itulah secara tidak sengaja saya mendapat kabar dari beberapa orang teman bahwa ada seorang anggota DRP-RI sedang mengusahakan pencalonon diri sebagai gubernur kota ini. Oh OK, saya pikir tidak ada yang istimewa tentang pencalonan ini, tapi betapa mengejutkannya jika ternyata orang itu adalah orang yang pernah saya kenal di daerah saya dan kedua orang tua saya pernah menjadi tim sukses beliau di propinsi kelahiran saya.

Jadi jelaslah mengapa ‘mesin’ saya langsung membara ketika melihat beliau mencalonkan diri sebagai gubernur DKI Jakarta di tahun 2012 dan beliau sedang butuh dukungan 400.000 suara penduduk DKI Jakarta untuk bisa lolos sebagai calon independent. Saya begitu bersemangat memberitahukan kepada teman-teman saya yang miliki KTP Jakarta untuk ikut mendukung beliau.

Screen capture kunjungan saya ke wall beberapa teman Facebooak

Kira-kira ada hampir 15 teman yang wall nya saya kirimkan link form dukungan bagi pencalonan beliau. Saya sengaja memilih teman-teman yang saya tahu berdomisili di Jakarta, karena memang form dukungan ini hanya diperkenankan kepada warga Jakarta saja. Saya begitu takutnya beliau kehilangan satu suara pun jika saya tidak ikut membantu. Maka dari itu, saya habiskan waktu hampir 40 menit untuk mengujungi wall teman-teman saya tadi. Hufftt, rasanya lega setelah membantu beliau.

(more…)

 

Catatan Awal Tahun (From Bangka With Love) 4 January 2011

Filed under: Life — Priska Apriani @ 12:59 pm

Sudah lama sekali rasanya tidak bertegur sapa dengan blog saya ini… Kangen.. Tapi apa daya, ide untuk menulis sudah di sapu bersih dengan kesibukan di kantor beberapa bulan belakangan, alhasil saya baru bisa benar-benar agak sedikit santai untuk menulis dan kebetulan ide menulis sedang berbaik hati untuk menjumpai saya sejenak.

Yah well, sekarang sudah tahun 2011. Rasanya baru kemaren saya tamat SD…hahaha, eh tiba-tiba saya sudah menemukan diri saya berada dalam ruangan ber-AC dengan tugas dan kewajiban yang menumpuk.  Sejujurnya saya masih belum puas merasakan aura ke-ABG-an saya waktu dulu…:p. Kenapa waktu seolah-olah sedang berlari begitu cepatnya? Ah…benar-benar kangen masa-masa itu…

Sementara menunggu pergantian tahun, saya memutuskan untuk mudik. Itupun susahnya minta ampun untuk mengajukan cuti ke bos saya. Maklum, dia sedang dikejar deadline juga, jadi rasanya berat memang membiarkan salah satu karyawannya berleha-leha di kampung halaman… :p (I understand boss!).

30 Des 2010

Pukul 10.30 WIB pesawat saya take-off dari Soekarno-Hatta ke bandara Depati Amir Pangkalpinang. 50 menit perjalanan, saya habiskan dengan tidur di pesawat. Bahkan pesawat belum sempat mengangkat ‘bokong’ nya ke udara, saya sudah terlanjur terlelap di bangku penumpang dengan tas yang saya genggam erat. Saya hanya terbangun ketika seorang pramugari membuka meja di depan saya dan menaruh sekotak snack. Setelah makan 1 kue yang mereka sediakan, saya lanjut ber-autis ria di alam mimpi.

Tepat pukul 11.20 WIB, saya bisa merasakan udara Pangkalpinang yang panas menyengat ketika pintu pesawat dibuka. Yeaaahhh, I’m home, dude. Senang sekali rasanya. Ini adalah liburan dimana hati saya bergairah kembali ke tanah kelahiran. Sebelumnya, saya enggan untuk mudik. Bandung sudah mencuri hati saya ketika itu, jadi sulit rasanya melepaskan pelukan Bandung dan dengan rela merengkuh Pangkapinang. Dan jangan coba tanya “mengapa”, karena rasanya terlalu banyak alasan “mengapa” Pangkalpinang sudah tidak membuat saya k-a-n-g-e-n.

31 Dec 2010

Sebelum tahun baru, praktis saya harus ikut turun tangan membantu membereskan halaman dan membantu mama saya membuatkan santapan untuk tahun baru. Asli, bener-bener kerja rodi rasanya hanya untuk membuat halaman saya jadi lebih enak dipandang mata. Saya menyadari betapa mama memang pontang-panting mengurus rumah sejak saya dan adik saja hijrah ke kota lain.

Karena terlalu bersemangat, saya menggunduli pelepah pisang yang sedang berbuah hingga akhirnya patah (sudah jelas akhirnya bagaimana. Mama ngomel-ngomel :p). Belum lagi karena melihat ada dahan pohon kelapa yg kering tapi tetap menggantung di pohonnya, saya nekat membabat beberapa dahan kelapa itu (perlu dicatat yah, pohon kelapanya gak tinggi kok, jadi saya gak perlu cape2 manjat, toh saya juga takut ketinggian kok) biar kelihatan cantik. Dan lagi-lagi nyokap cuma bisa urut dada melihat ‘semangat’ saya ini. Akhir tahun yang menyenangkan menurut saya…hahahaha. Soal malam tahu baruan, jujur tidak ada yang spesial. Hanya pertemuan keluarga dan dilanjutkan dengan doa bersama.

(more…)